Berita
realitas virtual

Murni-Mudah—Bagaimana Memastikan Keamanan Pangan? Menganalisis Tantangan Baru yang Dibawa oleh Label yang Dikemas

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar makanan kemasan sedang booming, sehingga mendorong inovasi dan peningkatan signifikan pada bahan kemasan dan label makanan. Sebagai produsen label, kami mungkin lebih fokus pada inovasi teknologi dan keahlian. Namun apa yang menjadi kekhawatiran pengguna kami? Izinkan saya berbagi beberapa wawasan. Label makanan kemasan adalah komponen penting dari makanan kemasan, yang menunjukkan bahan, manfaat, produsen, dan informasi terkait lainnya. Konten pada label ini sangat profesional dan diatur, memungkinkan konsumen memahami situasi umum makanan dan membuat keputusan pembelian yang tepat.


Agustus 01, 2024

    Masalah pada Makanan KemasanDengan pesatnya perkembangan industri makanan, meskipun pemerintah dan regulator keamanan pangan sangat menekankan keamanan pangan, beberapa permasalahan masih memerlukan perhatian mendesak dalam proses produksi. Permasalahan tersebut terutama tercermin pada aspek-aspek berikut:

 


1. Masalah Percetakan

 

·Kontaminasi Tinta: Kontaminasi tinta adalah salah satu masalah paling umum selama pencetakan label makanan yang dikemas. Hal ini terutama disebabkan oleh kualitas tinta yang buruk, penggunaan tinta yang berlebihan, dan proses yang tidak masuk akal. Sisa logam berat dan pelarut dalam tinta dapat berpindah dan mencemari makanan, sehingga menimbulkan potensi risiko keamanan.

 

·Masalah Materi Label: Label makanan kemasan tersedia dalam berbagai bahan, termasuk kertas dan film plastik. Beberapa bahan label mungkin mengandung bahan tambahan berbahaya atau mentah bahan, yang dapat bermigrasi ke dalam makanan melalui kontak, sehingga menimbulkan potensi ancaman terhadap kesehatan konsumen. Selain itu, bahan label tertentu dapat mengubah kinerjanya kondisi lingkungan tertentu (misalnya suhu tinggi, kelembapan, suhu rendah), menyebabkan berkurangnya daya rekat, deformasi, dan hilangnya fungsi asli.

 

·Masalah Kualitas Pencetakan: Masalah kualitas dasar selama pencetakan tidak hanya mempengaruhi estetika, pengenalan, dan keterbacaan label tetapi juga berdampak pada keamanannya, mengharuskan produsen untuk memberikan perhatian yang cermat.

 

2. Informasi Label Non-Standar

Informasi label yang tidak standar adalah masalah serius lainnya pada label makanan. Hal ini dapat menyesatkan konsumen atau menyebabkan insiden keamanan pangan.


·Informasi yang Salah atau Hilang: Nama pangan merupakan isi utama label.

 Beberapa perusahaan tidak secara jelas menampilkan nama spesifik yang mencerminkan aslinya sifat makanannya tetapi menggunakan nama yang mungkin dianggap tidak jelas oleh konsumen. Misalnya, bagian depan kemasan mungkin menampilkan "Gula Hitam", tetapi labelnya menunjukkan "Gula Merah Emas Batu", dengan daftar bahannya saja mengandung gula merah, bukan gula hitam. Selain itu, beberapa makanan kemasan operator tidak mengikuti pelabelan daftar bahan standar, menggunakan istilah seperti "bahan utama" atau "komponen", bukan "bahan" atau "daftar bahan". Misalnya,  label pada "Roti Rasa Labu" mungkin mencantumkan "saus keju" sebagai bahannya, yang tidak sesuai dengan bahan sebenarnya. Kesalahan manusia saat pencetakan label atau penerapannya, atau kurangnya mekanisme peninjauan dan verifikasi informasi yang ketat, juga menyebabkan informasi yang salah.

 

·Metode Pelabelan Non-Standar: Informasi gizi harus memenuhi persyaratan tersebut  sebagai "menggunakan format tabel kotak" dan "menampilkan energi dan nutrisi inti secara mencolok". Desain label yang buruk, seperti ukuran dan warna font yang tidak sesuai, atau terlalu penuh, teks dan grafik buram, menyulitkan konsumen untuk memperhatikan atau  memahami informasi penting.

 

·Rendahnya Kesadaran Konsumen terhadap Label Makanan: Aktivis anti-pemalsuan profesional  telah memainkan peran penting dalam mengatur label makanan kemasan. 

Namun sebagian besar konsumen belum sepenuhnya menyadari pentingnya label pangan. Bahkan ketika konsumen membeli makanan di bawah standar, mereka sering kali tidak mempermasalahkannya lemahnya kesadaran hukum dan perlindungan konsumen atau prosedur pengaduan yang rumit, Hal ini merupakan alasan utama terjadinya permasalahan label makanan yang tidak standar.


Informasi dasar
  • Tahun Didirikan
    --
  • Jenis bisnis
    --
  • Negara / Wilayah
    --
  • Industri utama
    --
  • produk utama
    --
  • Orang Hukum Perusahaan
    --
  • Total karyawan
    --
  • Nilai keluaran tahunan
    --
  • Pasar ekspor
    --
  • Pelanggan yang bekerja sama
    --

Kirim pertanyaan Anda

Pilih bahasa lain
English
čeština
български
русский
Português
한국어
日本語
italiano
français
Español
Zulu
Deutsch
العربية
Ελληνικά
dansk
Монгол
bahasa Indonesia
Magyar
Gaeilgenah
Suomi
Македонски
Српски
Türkçe
Pilipino
ภาษาไทย
svenska
Slovenščina
Polski
norsk
Nederlands
Bahasa saat ini:bahasa Indonesia