Sebelum tahun 1930-an, masyarakat memang menggunakan emas atau perak asli untuk proses pencetakan emas.
Logam cukup stabil dan tidak mudah teroksidasi di udara. Emas, khususnya, memiliki kelenturan yang sangat baik dan dapat ditempa menjadi lembaran tipis melalui proses pemukulan yang terus menerus, sehingga menghasilkan apa yang dikenal sebagai daun emas. Daun emas yang dilapisi lem putih telur ini kemudian dapat digunakan untuk stempel. Di zaman modern, karena alasan biaya dan kenyamanan, orang telah mengembangkan "kertas alumina" (atau "elektro-aluminium") untuk menggantikan emas asli. Bahan ini tidak hanya lebih murah tetapi juga lebih tahan terhadap oksidasi, dan memiliki kilau yang baik. Hasilnya, produk ini diproduksi dengan cepat dan digunakan secara luas. Oleh karena itu, “stempel emas” saat ini sebenarnya tidak menggunakan emas asli, tetapi istilah “stempel emas” sudah ada karena kebiasaan. Apalagi saat ini selain emas dan perak, masih banyak lagi warna lain yang tersedia untuk dicap. Stamping emas telah menjadi bagian pencetakan yang sangat umum dan berkembang dengan baik.

Di bawah ini adalah lima metode stempel emas. Masing-masing metode ini dapat digunakan dalam pencetakan dan memiliki ciri khas tersendiri. Anda dapat memilih teknik stempel emas yang berbeda untuk melengkapi berbagai desain.
1. Stempel Datar
Stamping datar adalah metode stamping emas yang paling umum. Hanya bagian yang perlu dicap saja yang diberi efek metalik, sedangkan bagian lainnya dibiarkan kosong atau dicetak. Tujuan utama dari stempel datar adalah untuk menyorot area yang diberi stempel emas, menekankan informasi yang paling penting. Dibandingkan dengan teknik lain seperti stempel terbalik atau stempel multi-lapis, stempel datar tidak terlalu menantang dan memiliki tingkat kesalahan yang lebih rendah. Selain itu, karena ini adalah teknik stempel emas yang paling sederhana, kerusakan pada kertas lebih sedikit.

2. Stempel Terbalik
Stamping terbalik adalah kebalikan dari stamping datar. Ini menggunakan lekukan logam untuk menyorot area kosong, dengan bagian yang dicap emas berfungsi sebagai latar belakang. Biasanya, grafik besar mengelilingi teks atau gambar yang ingin ditekankan; grafik di sekitarnya diberi stempel emas, dan teks atau gambar dibiarkan kosong, menciptakan efek stempel terbalik. Jika area kertas emasnya besar, biayanya akan lebih tinggi. Selain itu, garis teks atau gambar yang akan disorot harus memiliki ketebalan minimal 6pt, jika tidak, produk akhir tidak akan ideal. Saat menggunakan kertas khusus untuk stempel emas, tekstur kertas harus diperhatikan. Jika permukaan kertas tidak halus, tidak disarankan melakukan stempel terbalik karena presisi stempel area yang luas dapat dipengaruhi oleh tekstur kertas.

3. Cetak dan Stempel
Tumpang tindihCetak dan stempel tumpang tindih merupakan teknik yang menguji keterampilan pengrajinnya. Desainnya secara cerdik memadukan stempel emas dengan warna pencetakan. Pengrajin terlebih dahulu mencetak desainnya lalu membubuhkan stempel emas. Prosesnya memerlukan ketelitian tinggi untuk penyelarasan, namun produk akhirnya luar biasa dan menyenangkan. Teknik ini tidak hanya menguji keterampilan pengrajin tetapi juga kemampuan desainer dalam mencocokkan warna secara efektif.

4. Stempel Multi-Warna
Beberapa desainer menyempurnakan teks dan gambarnya dengan menerapkan stempel emas dua kali atau lebih pada elemen yang sama, suatu teknik yang dikenal sebagai stempel multi-warna. Cara ini memerlukan ketelitian tinggi, mirip dengan pencetakan dan stempel yang tumpang tindih. Sementara yang terakhir menggabungkan warna pencetakan dengan stempel emas, stempel multi-warna melibatkan beberapa warna stempel emas yang tumpang tindih. Saat menggunakan metode ini, penting untuk mempertimbangkan penempatan dan kompatibilitas kertas emas. Jika perancang menempatkan dua elemen stempel emas terlalu berdekatan, warnanya bisa menyatu.

5. Stempel Emas 3D
Stempel emas 3D menggabungkan stempel emas dengan emboss untuk menciptakan efek tiga dimensi yang menonjol. Hal ini membuat area yang diberi stempel emas tampak seperti relief. Namun, penting untuk dicatat bahwa bagian belakang area yang dicap akan dibuat menjorok. Oleh karena itu, saat mendesain, ingatlah untuk membiarkan bagian belakangnya kosong agar tidak mempengaruhi desain gambar atau teks.

Hak Cipta © 2026 Shanghai Pure-easy Label Printing Co., Ltd. - Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.