Apakah Kode Penelusuran Anti-Pemalsuan Benar-benar Dapat Diandalkan?
Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bahwa anti-pemalsuan kode ketertelusuran adalah metode tingkat lanjut.
Namun, masih ada risiko untuk ditiru. Mari kita temukan alasannya bersama-sama sekarang--
Pertama, Menyalin dengan Mudah: Kode QR dan barcode pada dasarnya adalah gambar dan dapat dengan mudah disalin.
Orang dapat mengambil foto, memindai, atau mencetak a kode QR asli dan menggunakannya pada produk palsu, yang sulit dicegah.

Kedua, karena Kode yang Dihasilkan: Jika penjahat mendapatkan aturan atau database untuk menghasilkan kode ketertelusuran,
mereka dapat membuat kode yang cocok dengan produk asli.
Hal ini melemahkan teknologi anti-pemalsuan dan mempermudah pembuatan produk palsu.
Meskipun hal ini sulit untuk dicapai, hal ini tidak sepenuhnya mudah dilakukan.
Dan selanjutnya tentang Keamanan Sistem: Jika sistem kode penelusuran tidak aman, peretas mungkin akan melanggarnya,
mengubah, atau memalsukan hasil kueri, membuat produk palsu tampak asli.
Beberapa sistem juga tidak menghubungkan kode ketertelusuran dengan fitur produk lainnya (seperti tanda anti-pemalsuan atau nomor seri), sehingga sulit untuk memverifikasi keaslian sepenuhnya hanya dengan menggunakan kode ketertelusuran.

Singkatnya, meskipun kode ketertelusuran bersifat umum dan berguna, kode tersebut juga memiliki keterbatasan. Para ilmuwan terus mengembangkan hal-hal baru
metode untuk meningkatkan teknologi anti-pemalsuan.
Pada artikel berikutnya, saya akan membagikan beberapa kode ketertelusuran yang sulit untuk disalin.
Akhirnya, saya semoga kita semua bisa membeli produk asli bukan produk palsu dan jelek.
Hak Cipta © 2026 Shanghai Pure-easy Label Printing Co., Ltd. - Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.