Kode penelusuran anti pemalsuan adalah a metode berdasarkan teknologi ketertelusuran.
Ini menggunakan kode unik (biasanya kode QR atau barcode) untuk memverifikasi dan melacak produk. Setiap produk memiliki kode ketertelusuran yang unik.
Dengan memindai kode ini, konsumen dapat memperoleh informasi detail tentang produksi produk, distribusi, dan penjualan,
memungkinkan mereka untuk memeriksa apakah produk tersebut asli. Misalnya, jika Anda membeli produk perawatan kulit Estée Lauder,
Anda dapat membuka kemasannya dan memindai kode QR untuk memverifikasi keasliannya.
Metode anti-pemalsuan kode penelusuran yang umum meliputi:
1. Kode QR Anti-Pemalsuan: Setiap label pada a produk asli memiliki kode QR unik.
Konsumen dapat memindai kode QR untuk memeriksa keaslian produk dan mendapatkan informasi terkait. Metode ini banyak digunakan untuk banyak produk.

2. Tag NFC Anti-Pemalsuan: Chip NFC sudah tersemat pada produk. Konsumen menggunakan ponsel berkemampuan NFC untuk membaca chip
informasi dari dekat dan dapatkan detail produk dan verifikasi.

3.RFID Anti-Pemalsuan: Chip RFID tertanam dalam label. Teknologi identifikasi frekuensi radio digunakan untuk
anti-pemalsuan dan pelacakan, dan biasanya digunakan dalam logistik dan manajemen rantai pasokan.

Singkatnya, setiap metode anti-pemalsuan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perusahaan dapat memilih metode terbaik berdasarkan
produk mereka, kebutuhan pasar, dan biaya untuk secara efektif memerangi produk palsu dan melindungi reputasi merek dan hak konsumen.
Apakah Anda sekarang memahami prinsip-prinsip kode ketertelusuran anti-pemalsuan?
Hak Cipta © 2026 Shanghai Pure-easy Label Printing Co., Ltd. - Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.